Raden Mattaher

in #wherein-id16 days ago

1000383759.jpg

1000383764.jpg

1000383773.jpg

1000383774.jpg

Halo sahabat wherein

Gugurnya Raden Mattaher dan dinyatakannya oleh Pemerintah Hindia Belanda bahwa perlawanan rakyat Jambi berakhir, tidak menyurutkan semangat rakyat Jambi mengadakan perlawanan bersenjata. Beberapa tokoh masyarakat Jambi menghadirkan kembali tokoh Raden Mattaher yang diperankan oleh Hamid bin Duatip, seorang penyadap karet dari Mersam, Batanghari, yang raut wajahnya mirip Raden Mattaher.

Strategi ini berhasil membangkitkan kembali semangat rakyat Jambi menentang, melawan, menyerang, dan menghancurkan kedudukan beserta fasilitas Pemerintah Hindia Belanda, seperti benteng, kantor dan gudang pemerintah, jembatan, dan lain-lain. Penyerangan diawali pada kedudukan pasukan Hindia Belanda di Muara Tembesi yang dijaga polisi bersenjatakan senjata api karabin dan pedang pada 26 Agustus 1916. Lima hari kemudian menyerang kedudukan pemerintahan di Sarolangun, di Muara Tebo pada 2 September 1916, dan Muara Bungo pada 11 September 1916. Penyerangan- penyerangan ini menewaskan para pejabat pemerintah Hindia Belanda dan orang-orang pribumi yang berafiliasi dengan pemerintah Hindia Belanda.

Untuk memadamkan perlawanan rakyat dikirim pasukan tempur dan marsose, yaitu satuan militer yang dibentuk sebagai tanggapan taktis perlawanan gerilya yang mana anggota marsose terdiri dari penduduk pribumi pimpinan Kolonel Kroesen. Pasukan Hinda Belanda dapat menguasai kembali Muara Tembesi, Sarolangun, Muara Tebo, Muara Bungo, dan tokoh Raden Mattaher yang diperankan Wahid bin Duatip bergelar Raja Batu berhasil ditangkap atas informasi seorang penghianat. Selanjutnya Wahid bin Duatif dieksekusi mati.

Dan terimakasih juga saya ucapkan kepada
@wherein dan kepada curator:
@victoria-bella

Sort:  

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.