Melayu kuno
Halo sahabat wherein
Setelah meredupnya Sriwijaya, sekitar abad ke-11, sisa-sisa punggawa Kerajaan Melayu Kuno langsung memproklamirkan eksistensinya dengan mengirimkan utusan ke Dinasti Sung sehingga keberadaanya tercatat dalam berita China. Kabar tentang Kerajan Melayu kemudian muncul lagi pada abad ke 13 dalam kitab Pararaton, yang menceritakan tentang diplomasi Raja Kertanegara terhadap Kerajaan Melayu agar bersedia membantu Singasari dalam menghadapi ancaman Kubilai Khan, pimpinan bangsa Mongol yang sedang berkuasa. Peristiwa itu kemudian dikenal dengan Ekspedisi Pamalayu. Dicatat dalam Prasasti Dharmasraya, bahwa Raja Kertanegara memerintahkan untuk membawa arca Amoghapasa beserta keempat-belas pengiringnya dari Bhumi Jawa ke Swarnabhumi. Hal tersebut berhasil memikat seluruh masyarakat dan raja Melayu saat itu.
Kerajaan Melayu Kuno tercatat pernah beberapa kali pindah ibukota. Pertama dari
pelabuhan Melayu di Pesisir Jambi, lalu ke Dharmasraya dan terakhir ke wilayah Pagaruyung Minangkabau. Alasan perpindahan masih jadi perdebatan, ada yang menduga agar terhindar dari serangan dan pengaruh agama baru, dan ada pula yang beranggapan agar penguasaan sumber emas di wilayah hulu dapat lebih optimal
dikendalikan. Meskipun semakin bergerak ke wilayah pedalaman, Kerajaan Melayu Kuno
masih memiliki peran dan pengaruh yang amat besar, raja yang paling terkenal saat itu
adalah Maharajadhiraja Adityawarman. la dijuluki sebagai kanakamedinindra, alias sang penguasa pulau emas, yang namanya harum di Jawa hingga Sumatera.
Dan terimakasih juga saya ucapkan kepada
@wherein dan kepada curator:
@victoria-bella




Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.