Keseharian ku

Hagoe's Village: Sept, 3rd 2026
Tadi malam kembali turun hujan di wilayah kami meskipun tidak begitu deras dan tidak sampai menyebabkan banjir seperti yang sudah-sudah.
Mengapa aku concern dengan potensi banjir? Yup, karena kondisi "traumatis" pada bencana hidrometeorologi di akhir tahun kemarin masih terngiang-ngiang bagiku bahkan bagi banyak masyarakat di daerah kami.
Walaupun daerah kami sudah sering terjadi banjir sejak dulu, namun banjir kemarin sangat berbeda intensitas serta tingkat keparahannya.
Dan dengan banjir tersebut telah "menyibak tabir" betapa parah kerusakan lingkungan yang terjadi di wilayah kami yang disebabkan oleh eksploitasi hutan dan alam.
Sarapan pagiSaat aku bangun pagi untuk melaksanakan sholat subuh, cuaca dingin masih cukup terasa yang terkadang membuat kita malas untuk bangkit dari tempat tidur.
Tetapi yang namanya kewajiban dan sudah menjadi kebiasaan maka aku tetap bangun untuk melaksanakan kewajiban sholat subuh dan dilanjutkan dengan menyiapkan sarapan pagi ku.
Begitu pula dengan peliharaan kami yang harus dikeluarkan ke teras depan. Baik burung perkutut yang ada di gudang belakang maupun si Anas kucing kami yang pada malam harinya kami biarkan berada di dalam rumah.
Selain menyiapkan sarapan pagi berupa telur rebus dan segelas kopi espresso, aku juga membuatkan kopi sachet yang nantinya akan ku bawa ke kantor saat melaksanakan tugas.
Berangkat ke kantorSekitar pukul 07 pagi istriku pergi mengantarkan si kakak ke tempatnya bekerja dan si kecil Alvira ke sekolahnya di SD Negeri 6 Matangkuli.
Aku sendiri akan berangkat ke kantor Puskeswan bersama dengan adikku dan menggunakan motor saja sekitar pukul 07.30 wib.
Sedangkan di rumah kami hanya tinggal ibu serta ayah mertuaku yang sudah berada di rumah kami selama beberapa hari terakhir, karena rumah mereka sedang dilakukan perbaikan berat.
Apalagi saat ini dua orang ponakan ku sedang tidak di rumah karena yang satunya sedang mengikuti kegiatan training di PT PIM Krueng Geukueh dan satunya lagi sedang mengikuti seleksi calon anggota TNI di Banda Aceh.
Daripada mertuaku hanya berdua saja di rumah dengan kondisi yang sering sakit dan berusia lanjut, dan sedang dilakukan rehab rumah mereka maka aku meminta mereka untuk tinggal bersama kami saja.
Di ruang kerjaHari ini aku melaksanakan tugas di kantor Puskeswan saja bersama dengan adikku yang sama-sama sebagai salah satu stakeholder peternakan dan kesehatan hewan.
Seperti biasanya kami telah membeli cemilan pada salah seorang penjual di depan kantor Puskesmas Lhoksukon. Dan dengan demikian kami tidak perlu keluar dari kantor ketika melakukan kegiatan nantinya bila ingin minum kopi dan ketika merasa lapar.
Di warung kopiKami berada di kantor Puskeswan sampai menjelang tengah hari karena aku harus menjemput si kecil Alvira yang akan pulang sekolah.
Istriku harus menjemput si kakak di tempatnya bekerja sehingga tugas menjemput si kecil Alvira harus aku lakukan sendiri. Dan siang ini aku menunggui si kecil Alvira pulang sekolah di depan sebuah warung kopi yang ada disana.
Tidak lama kemudian kami pun segera pulang ke rumah agar bisa melaksanakan sholat Zuhur dan makan siang, tentunya.
Makan siangSiang ini kami makan siang bersama dengan menu yang telah disiapkan oleh istriku, dimana dia telah memasak nasi goreng untuk kami dan juga nasi putih seperti biasanya.
Jadi, masing-masing anggota keluarga bebas memilih menu makanan yang disenanginya. Dan setelah selesai makan siang aku pun segera melaksanakan sholat Zuhur di rumah saja.
Memetik rebungSelanjutnya aku hanya istirahat saja di kamar sampai menjelang waktu sholat ashar. Postingan pun telah aku siapkan saat berada di kantor Puskeswan tadi pagi.
Usai melaksanakan sholat ashar aku menuju ke kantor Puskeswan Matangkuli untuk melengkapi presensi sore dan kemudian segera kembali ke rumah untuk melanjutkan kegiatanku.
Sore ini aku membereskan peliharaan dan tanaman-tanaman kami yang ada di halaman. Dan aku juga sempat memetik rebung bambu yang ada di pojok halaman rumah kami.
Rebung untuk diolahKemudian aku mengupas rebung bambu tersebut dan selanjutnya mengirisnya tipis-tipis agar nantinya bisa diolah untuk menu makanan kami.
Banyak variasi menu makanan yang bisa dibuat dengan menggunakan bahan rebung bambu ini. Bisa dimasak sebagai sayur maupun olahan lainnya yang dimasak dengan udang ataupun ikan.
Setelah menyerahkan rebung bambu ini kepada istriku, kemudian aku melanjutkan kegiatan ku membereskan peliharaan kami sebelum waktu sholat magrib tiba.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@ alee75









