Rutinitas di hari Senin

Hagoe's Village: August, 24th 2026
Hidup terus berputar bak roda yang silih berganti dari hari ke hari, siang dan malam dengan berbagai dinamika yang kita alami sepanjang hidup kita.
Kita pun larut dalam aktivitas sehari-hari yang merupakan jalan hidup untuk menjalani takdir kita. Tentu harus dengan ikhtiar terbaik kita, karena hidup ini tidaklah mudah ditengah perkembangan terkini.
Kita harus survive ditengah berbagai tekanan yang kita alami dalam kehidupan ini. Bahkan Tuhan sendiri telah menyatakan bahwa hidup di dunia ini adalah tempat kita mengalami berbagai cobaan dan ujian.
Jika kita lulus dari ujian dan cobaan tersebut maka kita akan mendapatkan balasan terbaik, nanti di kehidupan yang abadi (surga) dalam kepercayaan umat Islam.
Sarapan pagiPagi ini tiba kembali di hari Senin yang merupakan hari kerja. Padahal seolah-olah baru saja melalui hari Senin Minggu yang lalu, kini telah tiba kembali di hari Senin.
Rutinitas seperti ini terkadang membuat kita jenuh. Untuk itu diperlukan kreativitas kita dalam menyikapi kondisi ini.
Dan pagi ini kembali aku bangun diawal pagi untuk melaksanakan sholat subuh dan kemudian menyiapkan sarapan pagi ku seperti biasanya.
Selalu bangun pagi? Boleh dikatakan aku hampir setiap harinya bangun diawal hari terkecuali dalam kondisi tertentu, dan itu pun sangat jarang terjadi.
Berangkat ke kantorBangun di awal hari sudah menjadi kebiasaan ku setiap harinya meskipun terkadang setelah melaksanakan sholat subuh dan membereskan peliharaan serta tanaman-tanaman kami, aku hanya bersantai di rumah tanpa melakukan kegiatan yang berat.
Pada hari kerja biasanya aku akan ke kantor Puskeswan untuk melaksanakan tugasku sebagai Aparatur Sipil Negara dan dokter hewan yang bekerja di Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.
Sebagaimana hari ini aku akan ke kantor Puskeswan untuk melaksanakan tugas bersama dengan adikku yang juga merupakan tenaga kesehatan hewan di dinas kami.
Di kantor PuskeswanDalam perjalanan menuju kantor Puskeswan, tidak lupa kami mampir di sebuah warung kopi yang ada di depan Sekolah Dasar Negeri 6 Matangkuli untuk membeli cemilan yang akan kami bawa ke kantor.
Bagi adikku ini merupakan sarapan paginya sedangkan bagiku cemilan ini untuk i cemilan siangku sehingga aku tidak perlu keluar dari kantor ketika sedang melaksanakan tugas di kantor Puskeswan.
Apalagi tadi saat berangkat dari rumah aku telah membuatkan kopi yang aku tempatkan di dalam tumbler sehingga komplit sudah untuk menemani aktivitas ku di kantor pada hari ini.
Di tempat pangkasKami pulang kantor agak cepat di siang ini karena aku ingin memangkas rambut ku pada seorang tukang pangkas langganan. Dan dalam perjalanan pulang kami singgah di sebuah tempat pangkas yang ada di Keudee Matangkuli.
Saat tiba di tempat pangkas tersebut ternyata adikku sedang memangkas rambut disana. Dan akhirnya kami bertiga secara bersamaan memangkas rambut kami di tempat tersebut.
Di warung kopiSetelah selesai memangkas rambut kami di tempat pangkas di Keudee Matangkuli kami pun segera menuju desa kami. Dan kami sempat singgah di sebuah warung kopi yang ada di desa untuk bersosialisasi dengan para warga sekalian menunggu si kecil Alvira pulang sekolah.
Aku memesan segelas minuman jahe merah saja di siang ini pada si penjual, karena aku sudah dua kali minum kopi sejak tadi pagi.
Setelah berada beberapa saat di warung ini dan si kecil Alvira pun sudah pulang dari sekolah kami segera menuju rumah kami untuk makan siang dan melaksanakan sholat Zuhur.
Puskeswan MatangkuliUsai makan siang serta melaksanakan sholat Zuhur di rumah aku hanya istrahat saja di kamar karena cuaca diluar cukup panas, bahkan pihak BMKG telah memperingatkan tentang kondisi cuaca yang cukup panas di wilayah kami.
Sinar matahari diperkirakan akan cukup panas dalam beberapa kedepan dan hal ini harus diwaspadai terutama bagi anak-anak dan orang yang rentan.
Setelah selesai sholat ashar barulah aku keluar rumah menuju kantor Puskeswan Matangkuli untuk melengkapi presensi sore.
Berbelanja di Simpang RangkayaAku juga mengajak istriku dan si kecil Alvira karena kami akan berbelanja barang kebutuhan kami, baik di Keudee Matangkuli maupun di Simpang Rangkaya.
Sebagian barang kebutuhan kami beli di Keudee Matangkuli seperti telur dan bumbu dapur lainnya sedangkan untuk sayur-sayuran kami membelinya di Simpang Rangkaya karena disini kita bisa membeli bermacam jenis sayuran sesuai selera.
Tape ubiUntuk ikan segar, istriku sudah membelinya tadi pagi pada seorang penjual ikan keliling yang setiap harinya beroperasi dan melewati desa kami.
Selain membeli sayur-sayuran di Simpang Rangkaya, aku juga membeli sejumlah tapi ubi yang merupakan cemilan tradisional kesukaan kami sekeluarga.
Cemilan yang dibuat melalui pesan fermentasi ini cukup bagus bagi kesehatan tubuh kita menurut beberapa referensi yang aku baca.
Menumis sayurSetelah memarkirkan motor di garasi dan mengganti baju, aku segera menuju halaman rumah untuk membereskan tanaman-tanaman kami.
Tidak lupa aku memberi makan ikan-ikan di kolam dan memasukkan si Anas kucing kami ke dalam rumah serta burung perkutut kami ke gudang belakang rumah kami.
Saat aku sedang membereskan peliharaan dan tanaman-tanaman kami, tiba-tiba aku kepingin memasak tumis sayur di sore ini. Kemudian aku memetik sejumlah daun ubi jalar yang ada di halaman rumah untuk dibuatkan tumisan sayur.
Kami masih memiliki persediaan sejumlah kacang panjang dalam kulkas sehingga aku bisa menumisnya bersama dengan daun ubi jalar yang aku petik dari halaman rumah kami.
Makan malamIstriku telah memasak untuk menu makan malam kami sekeluarga. Dan khusus untuk ku, aku hanya makan sejumlah labu tanah, tumis sayur dan telur rebus saja tanpa menggunakan nasi putih.
Dan setelah selesai makan malam kami pun bersiap-siap untuk melaksanakan sholat magrib di rumah saja.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!












Na nejak kerja u Lhoksukon lawet nyoe
Na. Ngon om gam
Uroe Pue biasa nejak u Lhoksukon
Tiep uroe kerja meunyo Hana halangan.
👍
TEAM 5
Congratulations! Your post has been upvoted from sc-07 account.