Pasca banjir
Hagoe's Village: Oct, 28th 2026
Banjir yang terjadi sejak beberapa hari yang lalu, saat ini belum sepenuhnya kering di pemukiman kami. Setidaknya di kebun depan rumah kami dan juga di bagian belakang rumah kami masih digenangi oleh air banjir.
Meskipun tingginya tidak seberapa, dan kami tetap membiarkan ibu serta ayah kami menginap di rumah adik di Keudee Matangkuli saja sebelum semuanya selesai kami bereskan.
Dan aku akan melanjutkan kegiatan untuk membersihkan rumah ibu kami bersama dengan adikku di hari ini.
Suasana pagiAku bangun seperti biasanya di awal pagi untuk melaksanakan sholat subuh, dan kemudian aku membuka pintu depan rumah kami agar bisa mengeluarkan si Anas kucing kami yang disaat malam hari berada di dalam rumah, ke kandang yang ada di teras.
Suasana pagi ini terasa sedikit lebih dingin karena memang desa kami baru saja dilanda banjir yang bahkan belum sepenuhnya kering di beberapa tempat.
Apalagi saat ini sedang dalam musim penghujan dimana kecenderungannya akan sering turun hujan dan udara yang lebih sejuk dibandingkan hari-hari biasanya.
Sarapan pagiHari ini aku akan melanjutkan kegiatan ku untuk membereskan rumah ibu kami bersama dengan adikku sehingga aku tidak masuk kantor di hari ini.
Kami hanya melakukan presensi pagi dan kemudian segera kembali ke rumah. Dan dalam perjalanan pulang ke rumah aku sempat membeli sejumlah kue-kue dan cemilan untuk sarapan pagi kami.
Sebelum membereskan rumah ibu, terlebih dahulu aku sarapan pagi dengan cemilan yang ku beli tadi ditambahkan dengan segelas kopi espresso dan sebutir telur rebus.
Makan siangKami berdua (aku dan adikku) membersihkan rumah ibu kami agar mereka bisa segera kembali ke rumahnya karena mereka sudah tidak betah dan ingin pulang ke rumahnya sendiri.
Sudah menjadi kebiasaan bahwa siapapun lebih betah berada di rumah mereka sendiri meskipun terkadang rumahnya tidak sebagus dan seindah rumah orang lain.
Sama seperti ibu kami, aku lebih suka berada di rumah sendiri. Inilah alasannya aku tidak pernah mengungsi ke rumah orang lain bahkan saat banjir dan bencana ekologis di akhir tahun kemarin.
Kalau masih bisa bertahan di rumah, aku tidak akan mengungsi, terkecuali bila kondisinya sudah membahayakan.
Aku membersihkan rumah ibu kami ini sampai menjelang waktu makan siang, dimana kemudian aku makan siang bersama keluargaku dengan menu yang telah disiapkan oleh istriku.
Parang SikureuengSetelah selesai makan siang, aku segera bersiap-siap untuk melaksanakan sholat Zuhur dan kemudian aku hanya istirahat saja di kamar sambil menyiapkan postinganku untuk hari ini.
Usai melaksanakan sholat ashar barulah aku keluar rumah bersama dengan istriku dan si kecil Alvira, dimana aku akan melengkapi presensi soreku dan kemudian kami akan berbelanja beberapa barang kebutuhan kami.
Sepulang berbelanja, kami singgah di kawasan Parang Sikureueng karena si kecil Alvira ingin membeli siomay untuk cemilan sorenya. Dan setelah si kecil Alvira membeli siomay, kami segera kembali ke rumah.
Ngopi soreCuaca di sore ini masih terlihat agak mendung dan mungkin nanti malam akan kembali turun hujan di wilayah kami, seperti prediksi dan informasi yang disampaikan oleh pihak BMKG.
Saat tiba di rumah, aku bersantai sejenak di teras rumah sambil menikmati kopi, sebelum melakukan kegiatan rutin ku di sore hari yaitu membereskan tanaman-tanaman dan peliharaan kami.
Setelah semuanya beres maka aku akan makan malam bersama dengan keluargaku dan juga melaksanakan sholat magrib yang merupakan kewajiban setiap muslim.
Benar seperti dugaan ku bahwa malam ini akan kembali turun hujan di wilayah kami meskipun tidak terlalu deras. Dan aku berharap besok tidak terjadi banjir lagi, mengingat di beberapa tempat di provinsi kami saat ini sedang terjadi banjir.
Dari live tiktok, aku bisa mengetahui kondisi banjir ini di beberapa tempat di provinsi kami karena saat ini sedang berada dalam musim penghujan, dan juga ada faktor el-nino serta bibit siklon tropis yang menjadi pemicunya.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!