Bunga Pelupa Kesedihan Ibu

in Steem SEA • 6 months ago

1778850605615.jpg


Tau kah bunga apa yang paling melambangkan hari ibu.
Bukan anyelir, bukan juga bunga lily. Setiap bulan mei, banyak orang akan membeli bunga anyelir untuk diberikan kepada ibu. Bunga yang berasal dari barat ini menjadi simbol dari kasih sayang ibu, namun jarang ada yang tau bahwa kita sendiri memiliki bunga ibu. Ia telah mekar secara diam-diam selama ribuan tahun, membawa berkat paling penuh kasih sayang dari para leluhur untuk para ibu. Namun, kini telah dilupakan oleh banyak orang. Bunga itu adalah bunga daylily, yang juga disebut rumput pelupa kesedihan.



1778850590369.jpg

Kamu mungkin pernah melihat bunga berwarna oranye kekuningan ini dipinggir jalan, atau bahkan pernah memakannya.

Bunga lily kuning sedap malam adalah kerabat darinya. Tapi yang tidak kamu ketahui adalah, sejak ribuan tahun yang lalu, bunga ini adalah bunga ibu yang khusus bagi orang asia. Bunga ini bisa membuat seseorang lupa kesedihan, makanya banyak ditanam dihalaman utara. Tapi kita bisa menanamnya didepan pintu untuk melupakan kesedihan.

Pada zaman dahulu, sebelum anak yang merantau pergi jauh, mereka akan menanam serumpun bunga dihalaman utara tempat ibu mereka tinggal. Mereka berharap saat ibu melihat bunganya mekar, itu bisa mengurangi penderitaan karena rindu, dan melupakan kekhawatiran didalam hatinya.

Oleh karena itu, mendapatkan nama rumput pelupa kesedihan dibalik nama ini tersembunyi pandangan tentang bakti yang khas dimiliki oleh orang asia. Bakti sesungguhnya bukan hanya membuat ibu kenyang dan berpakaian hangat, tetapi lebih dari itu adalah bererharap dia bahagia dan tanpa beban.

Seorang penyair menulis, anak merantau berjalan hingga ke ujung dunia, ibu yang penuh kasih bersandar di pintu aula, namun jika melihat bunga lily, dalam puisinya nyanyian anak rantau, ia secara gamblang menyatakan, benang di tangan ibu yang penuh kasih menjadi pakaian ditubuh anak yang merantau. Setiap jahitan dan benang, setiap rumput dan bunga dipenuhi dengan rasa kepedulian yang tak terkatakan dari anak yang merantau terhadap ibunya.

Orang barat menggunakan bahasa bunga anyelir untuk melambangkan kasih sayang ibu, penuh makna tersirat dan hangat. Sedangkan kita orang Aceh lebih terus terang memberikan ibu sekutum rumput pelupa kesedihan, mengantarkan kebahagiaan dan ketenangan langsung kedalam hatinya.

Bisuya juga pernah berrpuisi, tuak bisa menghilangkan kebosanan. Inilah keromantisan yang mendarah daging pada pada orang kita. Lalu mengapa bunga tersebut bisa menghilang dari pandangan kita.

Sejak zaman modern, seiring dengan masuknya budaya barat, bunga anyelir perlahan menjadi standar untuk hari ibu. Promosi dari pedagang dan rasa ritualisme perayaan, selangkah demi selangkah menjadikan memberi bunga anyelir didefinisikan sebagai satu-satunya cara untuk mengungkapkan kasih sayang ibu.

Perlahan-lahan, kita pun melupakan tanaman anyelir yang ada dihalaman kita sendiri. Begitulah budaya berjalan, lama-kelamaan budaya baru masuk, dan budaya lama pun perlahan tergeser, bahkan seperti terjajah. Namun ini tidak berarti kita tidak bisa menengok ke belakang.

Pada hari ibu tahun ini, selain bunga anyelir, kamu juga bisa memberikan ibumu sebuket bunga mawar. Beritahu dia, "Aku berharap ibu tidak pernah bersedih selamanya."

Kamu akan menyadari bahwa niat baik yang berasal dari ribuan tahun lalu ini, jauh lebih menyentuh hati daripada hadiah apapun.

Good people....
Rasa percaya diri akan budaya sendiri bukanlah berarti bersikap anti asing. Jika kamu menyukai anyelir, itu juga bagus. Namun, dengan mengetahui bahwa di rumah kita sendiri juga memiliki bunga seperti ini, dan memahami bahwa niat menghapus kesedihan demi ibu itu berasal dari leluhur kita. Barulah langkah hidup yang dijalani terasa lebih teguh dan penuh keyakinan.

Terakhir, semoga seluruh ibu di dunia ini memiliki bunga anyelir melenyapkan kesedihan mereka. Dan semoga setiap anak yang merantau jauhh selalu memiliki tempat pulang untuk kembali.

Salam kompak selalu.

By @midiagam