Teruslah Berbuat Baik
Apa sebenarnya hal yang paling pantas untuk dibanggakan dalam hidup ini. Jadi, begini, jangan memamerkan kekayaan. Ketika penyakit berat datang menimpa, uang dan harta tak lebih dari sekedar lembaran kertas.
Jangan memamerkan rumah. Saat kamu telah tiada, tempat itu akan menjadi hunian bagi orang lain. Jangan terlalu mendewakan pekerjaan. Jika kamu tumbang, akan ada banyak orang lain yang bisa menggantikan dan melakukannya lebih baik. Terlebih lagi jangan memamerkan mobil. Saat kamu pergi, kuncinya pada akhirnya akan berpindah ke genggaman tangan orang lain.

Uang bisa menyusut nilainya, jabatan bisa berganti, dan segala hal di dunia ini selalu berputar. Kekayaan sejati dalam hidup justru tersimpan dalam momen berharga yang tak dapat dinilai dengan uang. Yaitu, tawa riang gembira dari anak-anak, rasa tenang saat tidur nyenyak di malam hari, pikiran jernih dan segar saat terbangun di pagi hari, kehangatan dari genggaman tangan pasangan tercinta, nasehat penuh kasih sayang dari orang tua yang masih mendampingi, serta kehadiran seorang sahabat sejati meski tanpa banyak kata.

Dan semua itu membutuhkan tubuh yang sehat, serta suasana hati yang damai, agar kamu mampu tetap berdiri kokoh ditengah badai, tetap sadar jernih ditengah gemerlap duniawi, dan merasa cukup utuh dalam kesendirian.

Karena itu, hal yang paling berharga untuk dibanggakan bukanlah seberapa banyak yang kamu miliki, melainkan memiliki raga yang sehat untuk menikmati setiap tetes momen paling berharga dalam hidup. Jangan menunggu sampai terbaring di ranjang rumah sakit, baru merasa iri dengan kebugaran orang lain.
Jangan pula menunggu sampai bergantung pada obat-obatan, baru merindukan dirimu yang dahulu. Mumpung masih ada waktu sekarang, makanlah dengan baik, atur pola istirahat yang teratur. Kurangi amarah, dan perbanyaklah bergerak atau berolahraga. Sebab diparuh kedia perjalanan hidup, yang dipertandingkan bukan lagi kekayaan, melainkan siapa yang mampu tersenyum hingga garis akhir.
Hakikat sejati kehidupan terletak pada puluhan tahun yang singkat ini. Menghayati setiap detiknya dengan sepenuh hati, itulah makna seutuhnya.
Sutra intan terdapat sebuah kalimat, "Pikiran masa lalu tak dapat digenggam, pikiran saat ini tak dapat digenggam, dan pikiran masa depan pun tak dapat digenggam.
Ketika orang berusia 20-30 tahun, mereka selalu merasa masa depan adalah yang terbaik, mengira kelak segalanya pasti akan mereka miliki. Namun, begitu menginjak usia 40-50 tahun, tak peduli seberapa kaya atau tinggi kedudukan mereka, mereka takkan tahan untuk merindukan masa-masa muda.
Saat itulah baru disadari, meski memiliki ribuan keping emas sekalipun, takkan pernah bisa membeli kembali masa muda. Ingin membeli bunga osmanthus dan membawa arak bersama, namun rasanya takkan pernah sama seperti petualangan dimasa muda.
Maka dari itu, jangan lagi memusingkan hal-hal sepele, apalagi menghukum diri sendiri atas kesalahan orang lain. Nikmatilah setiap suapan makanan dengan segenap rasa, dengarkan mekarnya bunga disetiap sudut, nikmatilah setiap panorama pemandangan, embanlah setiap tanggung jawab, dan resapilah setiap cinta, serta kegembiraan disaat ini.
Barulah semaksimal kemampuan diri, lalu serahkan sisanya pada ketetapan semesta. Jalani masa kini dengan baik, hiduplah dengan sungguh-sungguh. Teruslah berbuat kebaikan tanpa merisaukan hasil dimasa depan, inilah makna dari kehidupan. Semoga kita semua mampu menjaga ketenteraman jiwa dan raga ditengah dunia yang bising. Menghargai kehangatan yang ada didepan mata ditengah waktu yang fana dan tak menentu, serta salam perjalanan mengejar impian yang jauh, tidak pernah melupakan alasan awal mengapa kita melangkah.
Salam kompak selalu.
By @midiagam,

Lo que más me quedó grabado fue eso de que al final lo que se compite no es la riqueza sino quién puede seguir sonriendo hasta la meta. En mi experiencia, cuidar la salud es la decisión de liderazgo más difícil de sostener, porque nadie te aplaude por dormir bien. ¿De dónde salen esas fotos, son de tu zona?
Thank you, and may we all always be in good health—both physically and mentally.
La frase de que en la segunda mitad de la vida ya no se compite por riqueza sino por quién puede seguir sonriendo hasta la meta me llegó. Justo eso de comer bien y descansar antes de que el cuerpo pase factura es algo que en la cocina se siente: uno cocina distinto cuando está sano y en paz.
Thank you, and may we all always be in good health—both physically and mentally.