Pilihan Ada Di Tangan Anda
Sukses diusia muda atau hidup makmur dihari tua, mana yang kamu pilih. Bayangkan didepanmu ada sebatang pohon. Dimusim panas ia berbunga mekar begitu indah disetiap ranting, inilah yang dinamakan sukses diusia muda. Dimusim hujan, ia berbuah lebat berlimpah ruah. Inilah yang disebut makmur diusia senja.
Bunga yang mekar lebih awal belum tentu sanggup bertahan melewati musim hujan dingin yang menusuk, namun buah yang matang belakangan justru menyimpan rasa manis seumur hidup.
Pohon itu sendiri sebenarnya tidak mengenal istilah terlalu cepat atau terlambat, ini hanyalah perputaran musim. Jika kamu bersikeras memaksanya berbuah dimusim panas, itu namanya memaksakan kehendak. Merasa cemas, lelah batin, dan iri melihat kejayaan orang lain diusia muda, itu adalah obsesi belaka.
Terus membandingkan ritme hidupmu sendiri dengan waktu mekarnya orang lain, itu hanya menguras energi batinmu. Pada akhirnya, semakin dibandingkan semakin panik, semakin dijalani semakin melelahkan, inilah yang dinamakan kehilangan arah hidup.
Lambat laun kamu akan tersadar, dunia ini tidak pernah punya satu jadwal yang seragam. Ada yang bersinar diusia 20 tahun, ada yang baru mapan sukses diusia 50 tahun. Ada yang jaya sewaktu muda, tapi separuh hidup sisanya berantakan terpuruk. Ada pula yang baru berhasil belakangan namun hidup tenang dan damai sepanjang hayat. Selama kamu teguh hadir dijalanmu, hidupmu punya iramanya sendiri. Jika kamu tergesa-gesa, alur takdirmu justru akan berantakan.
Kebiasaan membandingkan diri, rasa cemas, ingin serba instan, serta tidak mau kalah dari orang lain, sebenarnya tak lebih dari perang batin yang sia-sia melawan dirimu sendiri. Karena itu, entah sukses dimasa muda, ataupun makmur dihari tua, tak perlu saling mendahului, tak perlu berebut menjadi yang paling depan. Sukses diusia belia adalah kejutan sesaat, tetapi kematangan dan kemakmuran dihari tua adalah pegangan hidup selamanya.
Orang bervisi jangka panjang tak mengejar kesenangan instan, orang yang ditakdirkan besar tak pernah takut datang terlambat. Tak perlu merasa cemas melihat musim panas orang lain, hanya karena hidupmu sedang berada dimusim hujan atau musim dingin.
Pesan terakhir saya, bunga yang mekar terlalu dini, mudah layu, sementara buah yang matang perlahan, justru yang manis. Jalani tanpa terburu-buru, melangkahlah dengan tenang, tidak perlu mengguncang dunia saat masih muda, yang penting bisa tersenyum tanpa beban dimasa tua. Tenangkan hatimu, berproseslah secara perlahan apapun yang kamu impikan, sang waktu pasti akan memberikannya untukmu.
Salam kompak selalu.
By @midiagam