Kebaikan

in Steem SEA • 2 days ago

1711084329681.jpg



Apakah kebaikan itu bawaan sejak lahir. Jika kamu juga pernah merugi karena terlalu baik, dan ragu apakah dirimu bodoh, jika kamu mulai merasa bahwa kebaikan tidak selalu dibalas kebaikan, dan merasa lebih baik bersikap dingin saja. Tolong luangkan sedikit waktu untuk membaca tulisan ini sampai selesai. Ini mungkin akan menjadi titik awal kamu memahami kembali apa itu kebaikan.

Ada yang bertanya padaku, "Apakah kebaikan itu bawaan sejak lahir?

Jawabanku adalah, "Kalau itu sudah ada sejak lahir, namanya naluri. Tetapi jika seseorang memiliki pilihan dan tetap memilih untuk berbuat baik, barulah itu disebut kebaikan hati".



1709692334700.jpg

Diantara semua kualitas moral, sifat dasar kebaikan adalah hal yang paling dibutuhkan di dunia ini. Perhatikan, dia mengatakan sifat dasar, bukan sifat bawaan atau naluri. Sifat dasar bisa dibentuk belakangan seiring waktu, sedangkan sifat bawaan sangat sulit diubah. Cob lihat anak anak, mereka bisa merebut mainan, berbohong, dan menindas yang lebih lemah. Itu bukanlah sebuah kejahatan, melainkan naluri yang belum dijinakkan.

Kebaikan sejati tidak pernah dibawa sejak lahir, melainkan ketika seseorang telah memahami sifat asli manusia, dan tetap memilih untuk . tidak menyakiti orang lain. Alasan mengapa banyak orang menderita adalah karena mereka menganggap kebaikan sebagai sifat bawaan sejak lahir. Mengira jika saya bersikap baik pada orang lain, maka orang lain juga harus bersikap baik pada saya. Mengira jika saya tidak merebut dan bersaing, dunia akan bersikap lembut padaku. Lalu apa hasilnya?

Ketulusan kita terus menerus terkuras, berkali-kali juga dikecewakan. Lalu mulai merasa ragu, apakah saya yang salah. Kamu sama sekali tidak salah, kamu hanya menerapkan kebaikan pada tahapan yang salah. Kebaikan terbagi menjadi tiga tingkatan. Tingkatan pertama, kebaikan yang bodoh, tidak bisa membedakan siapa yang pantas menerimanya, tidak paham membaca situasi dengan mendalam, terlalu terbuka dan tulus pada semua orang, pada akhirnya yang paling terluka parah adalah dirimu sendiri. Ini bukanlah kebaikan, ini adalah kelemahan yang tidak memiliki rasa batasan.

Tingkat kedua, menjadi orang baik dengan penuh kesadaran dan kebijaksanaan. Kamu pernah dirugikan, pernah menghadapi berbagai rintangan, dan pernah dimanfa'atkan oleh orang lain, namun kamu tidak mengubah sifat dasarmu karena hal hal itu. Kamu tetap memilih untuk menjadi baik, tetapi kamu sudah belajar sebelum berbuat baik pada orang lain, kamu melihat dulu apakah orang tersebut pantas menerimanya. Ini bukan sifat dingin, ini adalah tau batasan.

Orang jaman dulu berkata, "Orang yang terlalu berbelas kasih tidak cocok memimpin pasukan, dan orang yang terlalu baik hati tidak cocok mengelola keuangan."

Maksudnya bukan menyuruhmu berhenti menjadi orang baik, tapi menyuruhmu jangan memberikan memberikan kebaikanmu kepada orang yang salah.

Tingkat ketiga, kebaikan yang memiliki kekuatan. Kamu tidak perlu bersusah payah menyenangkan siapapun, dan juga tidak perlu membuktikan dirimu melalui kebaikan. Kamu bisa bersikap sangat baik pada seseorang, tapi juga sanggup berbalik badan dan pergi saat memang diperlukan. Kebaikan, bukan sekedar karena tidak enak hati. Lalu mengapa dikatakan bahwa kebaikan adalah pondasi untuk membina hati. Bukan karena Tuhan akan memberimu hadiah atas itu, melainkan karena seseorang yang hatinya dipenuhi niat buruk akan memandang semua oran seolah-olah mereka penjahat, dan jalan hidupnya akan semakin sempit.

Seseorang tetap menjaga kebaikan hatinya akan secara alami dikelilingi oleh orang orang yang bersedia membantunya. Ini bukan hal gaib yang mistis, ini adalah cerminan hati manusia. Keluarga yang terus menanam benih kebaikan akan mewariskan keberkahan yang tak habis dinikmati, bahkan hingga generasi berikutnya. Keberkahan bukanlah kekayaan yang tiba tiba jatuh dari langit, melainkan buah dari energi positif yang terpancar dari seseorang yang senantiasa menjaga kebaikan hatinya, yang membuat orang lain nyaman dan bersedia mendekat, serta ikhlas memberikan dukungan.

Orang yang baik jalan hidupnya akan leluasa dengan sendirinya, hati yang baik akan membawa keberkahan bagi seluruh keluarganya. Itu bukanlah semata-mata keberuntungan, melainkan ekosistem yang kamu bangun sendiri untuk hidupmuk. Ketika kamu menanam benih kebaikan, yang kamu panen bukanlah pahala ajaib seperti di dalam dongeng mitologi, melainkan rasa tenang dan damai di hatimu setiap malam. Ketika mendapat masalah ada yang sigap menolongmu, dan saat kamu merantau jauh masih ada orang-orang yang tulus mendo'akan kebaikanmu.

"Menaklukkan musuh di pegunungan itu mudah, tetapi menaklukkan musuh didalam hati sendiri jauh lebih sulit."

Makna terbesar dari berpegang teguh pada kebaikan, tidak pernah tentang ingin orang lain memuji betapa baiknya dirimu. Melainkan saat malam larut dan sunyi, kamu tidak perlu merasa takut pada dirimu sendiri, karena hati nuranimi bersih. Kebaikan yang sejati bukanlah bawaan lahir, melainkan di pupuk, dan dibina seiring berjalannya waktu. Itu menuntutmy untuk, pertama pernah terluka secara mendalam, tapi tidak menyesalinya.

Kedua, memahami sifat asli manusia dengan jelas, namun tidak menjadi sinis atau kejam.

Ketiga, memiliki kekuatan untuk membalas dendam, tapi tetap memilih untuk tidak mengambil inisiatif menyakiti orang lain.

Kebaikan tertinggi itu ibarat air, air memberikan manfa'at luar biasa pada segala makhluk tanpa pernah bersaing memperebutkan apapun. Namun kamu juga harus mengingat, air bisa menopang perahu, namun air juga bisa menenggelamkan perahu. Kebaikan bagaikan air yang mengalir tanpa batas, ia akan menyebar dan kehilangan arah, namun ketika memiliki batasan yang jelas, ia mampu mengalir dengan kekuatan yang luar biasa. Perhatikanlah air sungai, ketika menghadapi bebatuan yang menghalangi jalannya, ia tidak melawan dengan kekerasan, melainkan mencari jalan untuk terus mengalir. Namun sekeras apapun rintangan yang dihadapinya, air tidak pernah kehilangan sifat aslinya.

Kebaikan hati pun demikian. Menjadi pribadi yang baik bukan berarti kamu harus selalu mengalah, melainkan di hatimu selalu ada satu bagian yang tidak akan menjadi keras dan mati rasa hanya karena pernah diinjak-injak oleh orang lain. Oleh karena itu, tolong jangan keliru menganggap watak bawaan yang penurut dan tidak gampang marah sebagai bentuk kebaikan. Dan jangan juga menyalahartikan sikap tegas rasional yang didapat dari pengalaman pahit sebagai sikap dingin tak berperasaan. Kebaikan bukanlah bawaan sifat biologis, melainkan sebuah pilihan sadar. Pilihan dimana setelah kamu menyadari kejamnya dunia secara nyata, kamu tetap dengan lapang dada bersedia bersikap lembut terhadap orang dan hal yang memang pantas mendapatkannya. Menyimpan niat baik didalam hati, akan membuat jalan kehidupan terbentang luas dan mulus. Kebaikan yang sejati tidak pernah berarti kelemahan mental, melainkan disaat kamu telah memahami seperti apa rupa kejahatan itu, namun kamu menolak hidup dengan cara jahat tersebut. Akhir kata, semoga kita semua senantiasa menyimpan kebaikan dalam hati, tidak kehilangan ketegasan dan kekuatan diri, selalu menemukan jalan yang lapang dalam kehidupan, serta menjalani waktu dengan penuh makna.

Salam kompak selalu.

By @midiagam