Fase Kehidupan
Lahir, tua, sakit dan mati. Dari empat fase kehidupan ini, mana yang paling menakutkan. Apakah kalian spontan menjawab mati. Tapi saya ingin katakan, kematian hanyalah sebuah titik akhir yang terjadi sekejap. Yang benar benar membuat putus asa adalah siksaan panjang dari masa tua dan penyakit. Mari kita bahas tentang tua dulu.
Kematian adalah hal memejamkan mata sesaat, sementara penuaan adalah proses seumur hidup. Menjadi tua adalah sebuah perampasan yang terjadi tanpa disadari. Hak bicaramu, hak memilihmu, wibawa dan harga dirimu bagaikan pasir didalam jam pasir, menetes jatuh sedikit demi sedikit.
Dulu kata katamu adalah mutlak, kini bahkan untuk urusan berpakaian dan makan pun kamu harus melihat raut wajah orang lain. Dulu kamu adalah pilar keluarga, kini malah menjadi beban yang takut merepotkan orang lain. Menua bukanlah sekedar bertambahnya usia, melainkan menyusutnya eksistensi diri.
Sekarang tentang sakit. Penyakit adalah jerami terakhir yang meruntuhkan harga diri. Dulu kamu sanggup memanggul beban puluhan kilo, kini untuk membalikkan badan saja terasa sulit. Dulu kamu bisa berbicara panjang lebar, kini bahkan untuk mengerang sakit saja terdengar tidak jelas. Yang lebih menyakitkan adalah, kamu berbaring di ranjang rumah sakit, mendengar dokter berkata kepada keluargamu, kami sudah berusaha semaksimal mungkin.
Melihat anak anakmu bertengkar terus menerus masalah biaya pengobatan, ingin pergi, mati rasanya tidak rela, ingin hidup namun terasa terlalu menderita. Tidak ada wibawa didepan ranjang orang sakit, yang ada hanyalah ketidakberdayaan yang nyata.
Jadi teman teman, jangan lagi membebankan ketakutan pada kematian yang pasti akan datang itu. Kesadaran yang sejati adalah memahami realita dibalik masa tua dan penyakit.
Seribu orang meminum kopi yang sama, namun merasakan rasa yang berbeda, puluhan ribu orang di jalan yag sama, namun memiliki isi hati yang berbeda. Hubungan apapun pada akhirnya hanyalah sekedar pernah saling mengenal, dan segala bentuk obsesi pada akhirnya seringkali tidak berjalan sesuai harapan. Jika tidak percaya, lihatlah kisah Hans Banero, paling memandang rendah pemain opera, tapi pada akhirnya malah menikah dengan seorang pemain opera. Qinwen, selalu membanggakan kesuciannya, namun malah difitnah sebagai wanita penggoda. Jennifer ingin hidup damai, tapi malah menikah dengan serigala yang paling suka membuat kekacauan. Tin Tin sangat peduli pada keluarga, namun malah dinikahkan ke tempat yang jauh. Sarah ingin mengandalkan pernikahan untuk menopang keluarganya, namun malah menikah kedalam keluarga yang hampir hancur.
Semakin kamu ingin mendapatkan sesuatu, semakin kamu terobsesi, maka kejatuhanmu akan semakin menyakitkan. Di dunia ini tidak ada orag yang paling bahagia, yang ada hanyalah mereka yang terlihat bahagia. Jadi kamu benar benar tidak perlu menyimpan terlalu banyak penyesalan.
Manusia mengalami suka dan duka, pertemuan dan perpisahan. Bulan pun ada kalanya terang, redup, purnama dan sabit. Kesempurnaan adalah hal yang sulit dicapai sejak jaman dahulu. Tak seorang pun yang benar benar bebas dari ketidakadilan, dan setiap orang yag terikat oleh perasan pada akhirnya menanggung penderitaannya sendiri. Perbedaan tetbesar antara sesama manusia hanyalah apakah mereka meninggal lebih awal atau lebih lambat. Mumpung sekarang kita masih punya hak untuk memilih, berjuanglah dengan baik, cintailah dengan tulus, dan rawatlah tubuhnu dengan baik.
Kebijaksanaan sejati bukanlah tentang seberapa besar ombak yang bisa kau buat, melainkan seberapa kuat kau menahan arus bawah tantangan tersembunyi. Jadilah manusia seperti gunung yang memandang segala sesuatu, dan mampu menampung semuanya. Jadilah manusia seperti air, yang bisa maju dan mundur, serta tau kapan harus melakukannya. Terakhir, saya berharap kalian semua senantiasa merasakan kehangatan dari lagi hingga malam, dan kedamaian di setiap tahunnya. Dalam hidup ini, jangan takut tua, jangan takut sakit, yang patut ditakutkan hanyalah menyia-nyiakan setiap hari dimana kita masih bisa hidup dengan baik.
Salam kompak selalu.
By @midiagam