Karakter
Mengapa dikatakan karakter menentukan nasib. Mengapa ada orang yang sudah punya modal bagus, tetapi malah menyia-nyiakannya. Mengapa ada orang yang terlahir biasa saja, tapi mampu membalikkan keadaan disaat yang sulit.
Menurut saya, jawabannya hanya ada dua kata, karena karakter. Jika anda selalu merasa nasib tidak adil dan sering menemui jalan buntu, berhentilah sejenak, dengarkan selama satu menit, siapa tau inilah awal dari titik balik dalam hidupmu.
Hati dibentuk oleh lingkungan, nasib ditentukan oleh diri sendiri. Namun, saya ingin mengatakan dalam hidup seseorang pada akhirnya karakterlah yang menentukan hasilnya. Mustafa Kamal Fasya, yang berpikiran optimis dan terbuka, meskipun sepanjang hidup diturunkan pangkatnya, ia selalu bisa beradaptasi dan menulis karya karya terkenal dimasa sulit. Sementara Abid Syah yang keras kepala tidak mau mendengarkan nasehat, akhirnya kalah di sungai wushu dan membuang semua keuntungan yang dimilikinya.
Diera yang sama, dengan rintangan yang sama, namun hasil akhirnya sangat berbeda. Yang membedakan bukanlah keberuntungan, melainkan karakter. Seorang psikolog pernah berkata, karakter menentukan nasib, pikiran menentukan kehidupan. Kita selalu menyalahkan keberuntungan yang buruk, bertemu orang yang salah dan waktu yang tidak tepat. Namun jarang mengakui bahwa semua yang anda alami adalah cerminan dari karakter anda sendiri.
Di dunia ini yang benar benar bisa mengubah nasib bukanlah faktor luar, melainkan karakter. Apa yang disebut keberuntungan tidak lain adalah akumulasi dari karakter yang baik. Apa yang disebut kesialan hanyalah akibat dari karakter yang buruk. Karakter menentukan pola pikir, pola pikir menentukan pilihan, pilihan menentukan tindakan, dan tindakan pada akhirnya akan menuliskan nasib anda.
Ini bukan hal yang mistis, melainkan hukum kehidupan yang paling nyata. Lalu bagaimana cara memupuk karakter yang baik untuk mengubah nasib. Pertama, jangan terlalu memikirkan hal-hal kecil secara berlebihan. Hadapilah masalah yang datang , dan tenanglah setelah masalah itu berlalu. Jangan terjebak dimasa lalu, jangan cemas akan masa depan. Hati yang lapang akan membuka jalan yang lancar.
Kedua, kendalikan emosidan amarah anda. Jangan bertindak impulsif, jangan mengeluh, dan jangan melampiaskan kemarahan pada orang lain. Semakin kecil amarah, semakin besar berkah yang didapat. Kestabilan emosi adalah tingkat kedewasaan tertinggi bagi seorang dewasa.
Ketiga, perbaiki hati ke dalam, bersikap toleran keluar. Jangan terlalu keras pada diri sendiri, dan jangan memaksa orang lain. Terimalah ketidaksempurnaan dan asah pola pikir yang baik. Karakter yang semakin jernih, akan membuat hidup semakin lancar.
Terakhir saya ingin mengatakan, taburlah satu karakter, dan anda akan menuai nasib baik. Anda tidak bisa mengubah arah angin, tapi anda bisa mengatur layar kapal. Anda tidak bisa menentukan titik awal, tapi anda bisa melangkah dengan baik disetiap langkah. Apa yang disebut keberuntungan, tidak lebih dari bunga yang mekar dari karakter yang baik. Apa yang disebut membalikkan keadaan hanyalah buah dari kebiasaan baik. Mulai hari ini bangunlah karakter yang baik, biarkan ketenangan menggantikan kegelisahan, biarkan toleransi menggantikan perhitungan. Semoga kita semua dapat menjalani takdir terbaik kita melalui proses waktu.
Salam kompak selalu.
By @midiagam