Hukum Alam

in Steem SEA • 13 days ago

1000024514.jpg



Mengapa dikatakan bahwa orang dengan tingkat pemikiran yang tinggi hidup mengikuti hukum alam. Kalimat ini mengungkapkan perbedaan mendasar dari berbagai tingkatan hidup manusia. Sederhananya orang dengan tingkatan yang tinggi mampu melihat logika dasar dibalik suatu peristiwa, bukannya malah disetir oleh emosi dan hal-hal yang tampak dipermukaan saja.

Tingkatan pemikiran manusia dibagi menjadi tiga tahap. Orang ditingkatan rendah hidup dalam emosi, orang ditingkatan menengah, hidup dalam penciptaan nilai manfa'at, dan orang ditingkatan tinggi hidup di dalam hukum alam.



1000024519.jpg

Pertama, hidup dalam emosi. Ini adalah tahap yang paling naluriah. Menghadapi masalah kecil saja langsung terbawa emosi. Mudah dipengaruhi oleh perasaan senang, marah, sedih, maupun gembira. Menganggap sifat pemarah sebagai kepribadian, dan menganggap perlawanan sebagai cara untuk menyelesaikan masalah. Bagaikan tanaman apung yang terombang ambing tertiup angin, hatinya tidak memiliki keteguhan, sepanjang hidupnya hanya menghabiskan energi untuk hal-hal sepele, terjerat dalam obsesi, dan pada akhirnya tidak menghasilkan apa-apa.

Kedua, hidup dalam penciptaan nilai. Orang ditahap ini mulai berkembang, mereka tidak lagi tenggelam dalam perasaan yang menguras energi, melainkan mengalihkan fokus mereka untuk meningkatkan kualitas diri dan fokus menciptakan manfa'at. Mereka bekerja dengan tujuan yang jelas dan tau batasan dalam bertindak. Bagaikan pohon yang akarnya menancap kuat di bumi, yang berusaha keras untuk tumbuh ditengah badai. Mereka paham bahwa pembuktian yang sesungguhnya adalah kemampuan dan kontribusi, bukan sekedar keluhan dan konfrontasi.

Ketiga, hidup di dalam hukum alam. Ini adalah tingkatan yang paling tinggi. Mereka sudah mampu melepaskan diri dari batasan emosi dan nilai pribadi, memahami sepenuhnya logika dasar dari cara kerja segala sesuatu di dunia yang disebut hukum alam atau sering disebut jalan langit (kebenaran alam semesta).

Apa itu hukum alam. Ini bukanlah hal-hal mistis, melainkan sebuah prinsip dasar yang pasti, layaknya rumus matematika. Contohnya, matahari yang terbit dari timur dan tenggelam di barat adalah hukum alam.

Hukum kekekalan energi adalah hukum fisika. Dibalik hubungan sosial, perputaran ruang, serta promosi karir di dunia kerja, juga terdapat aturan-aturan tak kasat mata yang terus berjalan.

Lalu, bagaimana orang ditingkatan yang tinggi menjalani hidup sesuai hukum alam. Mereka bertindak mengikuti arus, mera layaknya seorang master catur, tidak hanya melihat beberapa langkah didepan mata saja, tapi mampu menganalisis keseluruhan permainan, melihat kemana arah pergerakannya, lalu bertindak mengikuti arah tersebut, sehingga mendapatkan hasil yang maksimal dengan usaha yang minimal.

Tidak memaksakan diri melawan arus. Mereka paham bahwa melawan hukum alam adalah hal yang sia-sia. Sama halnya jika anda bersikeras bercocok tanam di musim kemarau panjang, tentu saja anda tidak akan mendapatkan hasil panen apapun. Mereka mengerti bahwa jalan langit adalah hukum alam itu sendiri. Mereka mengamati dengan seksama sebelum bertindak, lalu melakukannya dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.

Karena mereka telah memahami bahwa emosi itu tidak kekal dan nilai itu sifatnya relatif, sehingga di dalam hati mereka tidak ada beban pikiran dan tidak ada hambatan yang membelenggu mereka.

Mereka mampu berdamai dengan dunia, hidup tanpa terburu-buru, serta selalu bersikap rendah hati, namun tetap penuh percaya diri.

Terakhir saya ingin mengatakan, memiliki tingkatan yang tinggi bukan berarti membuat anda menjadi sosok yang dingin dan tidak berperasaan, melainkan membuat anda memiliki kebijaksanaan untuk melihat gunung tetap sebagai gunung. Anda akan tetap melewati ujian kehidupan, tetapi anda sudah mengerti cara memanfa'atkan keadaan dan berjalan selaras dengan hukum alam, hingga pada akhirnya anda hidup menjadi sosok yang anda dambakan.

Salam kompak selalu.

By @midiagam