The Diary Game 13-9-2026 Keseruan Refresing Guru dan Siswa SDN 5 Baktiya
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Halo teman-teman semuanya, senang sekali bisa kembali menyapa Anda di komunitas luar biasa ini. Hari ini saya merasa bahagia sekali, saking bahagianya sampai bingung harus mulai bercerita dari mana.
Seperti biasa, pagi hari diawali dengan bangun tidur dan melaksanakan salat subuh. Namun akhir pekan kali ini terasa berbeda karena kami para guru dari SD Negeri 5 Baktia sudah merencanakan agenda refreshing bersama anak-anak sekolah.
Sekitar pukul 08.00 pagi, kami semua sudah bersiap-siap untuk berangkat. Mobil jumbo kesayangan keluarga yang kami tumpangi mulai melaju membelah jalanan.
Perjalanan menuju lokasi tujuan memakan waktu sekitar 1,5 jam. Jalur yang kami lalui agak masuk ke dalam lorong dan dikelilingi oleh pepohonan rindang. Suasana di sekitar memang sangat asri dan terasa benar-benar seperti di tengah hutan.
Sesampainya di sana, kesegaran air di pantai langsung menyambut kedatangan kami. Anak-anak tampak sangat antusias dan gembira.
Tanpa menunggu lama, mereka segera berlari-larian, menyewa pelampung, berganti pakaian, dan meluncur masuk ke dalam air. Pantai Bahagia ini menyuguhkan air yang begitu jernih dan menyegarkan.
Sambil memperhatikan anak-anak yang asyik berenang, para guru dan bapak-bapak mulai berbagi tugas untuk menyiapkan santapan makan siang. Suasana gotong royong sangat terasa hangat saat itu.
Ada yang bertugas memotong bawang, dan saya sendiri membantu memotong labu serta keperluan masak lainnya. Bapak-bapak mengambil peran utama dalam mengolah menu masakan spesial, yaitu kari kambing.
Proses memasak kari kambing ternyata memerlukan waktu yang lumayan lama, kira-kira mencapai 2 jam. Sembari menunggu masakan matang, kami membentangkan tikar di pinggir lokasi. Kami duduk berkumpul, bercanda, dan tertawa bersama.
Musik dari playlist pilihan turut diputar untuk memeriahkan suasana. Mendengarkan lagu sambil memasak dan menikmati pemandangan alam membuat momen tersebut terasa sangat membahagiakan.
Karena belum sempat sarapan sejak pagi dan perut terasa kosong, saya dan beberapa kawan memutuskan untuk menyeduh Pop Mie dan Indomie.
Santapan hangat sederhana itu terasa sangat nikmat dimakan di tengah udara pantai yang sejuk. Setelah puas bersenang-senang dan mengobrol, saya beristirahat sejenak melepaskan lelah.
Tak terasa, aroma harum kari kambing menandakan masakan telah matang sempurna. Kami pun berkumpul untuk makan bersama secara ramai-ramai.
Momen menyantap hidangan hangat ini diiringi dengan tawa, saling bertukar cerita, dan kebahagiaan yang terpancar dari wajah setiap orang. Adik-adik juga ikut mandi dan menikmati suasana pantai dengan gembira.
Setelah makan siang, saya menyempatkan diri untuk melaksanakan salat zuhur. Awalnya, setelah salat saya berniat untuk menyegarkan badan dan berganti pakaian untuk ikut mandi.
Namun, setelah dipertimbangkan kembali, cuaca yang cukup terik membuat saya berpikir dua kali. Pemikiran orang dewasa memang kerap kali berbeda dengan anak-anak.
Saat masih kecil dulu, kita bebas berenang dari pagi hingga sore tanpa pernah pusing memikirkan kulit akan menjadi hitam. Sekarang, pertimbangan seperti rasa panas dan takut kulit gelap sering membuat kita urung mandi di luar.
Menjelang waktu asar, seluruh rangkaian kegiatan di pantai telah usai. Masakan sudah dihabiskan dan peralatan dikemas kembali.
Kami membersihkan area sekitar dan membungkus semua barang bawaan agar rapi. Seluruh rombongan bersiap-siap untuk masuk ke dalam kendaraan.
Ada hal menarik dan lucu saat proses kepulangan ini. Ketika berangkat pagi tadi, seluruh anak-anak mampu dimuat dalam satu mobil jumbo. Lucunya, saat hendak pulang, kapasitas mobil mendadak terasa tidak cukup lagi untuk menampung mereka semua.
Entah karena barang-barang yang makin berantakan atau anak-anak yang makin aktif, akhirnya sebagian anak ditumpangkan ke mobil guru.
Setelah semua tertata rapi, perjalanan pulang pun dimulai. Di tengah perjalanan, kami melihat penjual buah rambutan dan langsat di tepi jalan. Pohon-pohon di sekitar tempat itu tampak lebat berbuah, meski rambutan yang dijajakan di meja jualan hanya tersisa sedikit.
Kami memutuskan untuk berhenti dan membeli buah langsat yang dijual seharga Rp13.000 per kilogram, serta rambutan seharga Rp10.000 per kilogram. Rasa buah langsatnya sangat manis dan segar.
Anak-anak dan para guru langsung turun dari mobil untuk ikut membeli. Karena jumlah yang dijajakan terbatas, suasana sempat meriah karena semua orang saling berebut ingin membeli buah segar tersebut.
Pemilik pohon bahkan memetik rambutan langsung dari dahan yang masih agak kekuningan dan berorientasi oranye demi memenuhi pesanan kami.
Buah-buahan tersebut ludes terjual dalam waktu singkat. Ibu penjual kemudian menginformasikan bahwa di depan masih ada lapak lain yang menjual buah serupa, sehingga kami pun kembali singgah di tempat penjual berikutnya untuk menambah belanjaan.
Perjalanan pulang berlanjut dan memakan waktu sekitar 1,5 jam. Kami tiba kembali di pemukiman sekitar pukul 17.15 WIB.
Saya mengantarkan Bu Nanda terlebih dahulu ke kediamannya sebelum akhirnya tiba di rumah sendiri. Sampai di rumah, saya langsung membersihkan diri, mandi, melaksanakan salat asar, dan beristirahat sejenak sambil menyantap makanan.
Setelah salat magrib, agenda saya masih berlanjut. Meskipun rasa lelah luar biasa menumpuk dan kepala terasa pusing setelah beraktivitas seharian, saya tetap harus menjalankan kewajiban secara profesional.
Saya berangkat mengajar les bahasa Inggris di rumah Aisyah untuk mendampingi anak-anak didik. Rasa lelah seketika terbayar saat melihat perkembangan belajar mereka yang semakin hari semakin menunjukkan kemajuan pesat.
Ketika perjalanan pulang dari tempat les, hujan deras mengguyur dengan sangat lebat. Tanpa ada tempat berteduh yang memadai, saya terpaksa menerobos hujan hingga basah kuyup di perjalanan.
Sesampainya di rumah, gejala pilek mulai terasa akibat kebasahan dan kelelahan. Setelah beristirahat sejenak dan melaksanakan salat isya, saya pun langsung tidur lelap untuk memulihkan stamina tubuh.
Demikianlah rangkaian cerita pengalaman saya hari ini yang penuh warna, mulai dari kebersamaan yang menyenangkan hingga perjuangan menjalankan tugas harian. Terima kasih banyak kepada teman-teman yang sudah berkenan membaca cerita ini.










